songbatak.com
 
View: 1048x

Artikel Tentang Batak
#
LEGENDA SISINGAMANGARAJA XII

Pada tahun 1875 Patuan Bosar yang kemudian digelari dengan Raja Ompu Pulo Batu, ditabalkan menjadi Si Sisingamangaraja XII di Bakara. Si Singamangaraja XI (Ompu Sohahuaon), ayahanda Si Singamangaraja XII, nyatanya telah berfungsi sebagai Raja-Imam Batak dalam tenggang waktu yang lama sekali (50 tahun), yaitu dari tahun 1825 hingga tahun 1875, yakni setelah Tuanku Rau, penganjur aliran wahhabi itu membunuh Si Singamangaraja X (Ompu Tuan Nabolon) pada tahun 1825 di dekat Siborong-borong.

Menurut adat istiadat Batak, putra tertua dari suatu keluargalah yang diutamanakan melanjutkan pekerjaan dan fungsi orang-tuanya, khususnya di bidang adat dan pemerintahan. Karena itulah maka penduduk di Bakara dan sekitarnya ingin menabalkan Ompu Parlopuk menjadi Si Singamangaraja XII. Tetapi karena untuk dapat menjadi Si Singamangaraja, seseorang harus mempunyai ciri-ciri kharismatis pula. Persyaratan itu harus dapat dipenuhi oleh orang yang akan ditabalkan menjadi penerus pimpinan kerajaan dan keimanan Si Singamangaraja. Kepemimpinan Kharimatis harus ada pada setiap Si Singamangaraja, yang pada masa lampau, di yakini selalu syarat mutlak daripada kepemimpinan dalam kerajaan, oleh penduduk yang masih dipengaruhi oleh suasana magis dan mystis, Calon Si Singamaraja harus dapat mencabut PISO GAJA DOMPAK dari sarungnya, menurunkan hujan dan membuat tanda-tanda luar biasa (mukjizat).

Persyaratan ini nyatanya tidak dapat dipenuhi oleh Ompu Parlopuk tetapi dapat dipenuhi oleh adiknya, yaitu Patuan Bosar. PISO GAJA DOMPAK itu ada sejak Si Singamangaraja I yaitu sekitar pertengahan abad XVI masehi. PISO GAJA DOMPAK adalah lambang kerajaan Si Singamangaraja. Keris itu bukanlah sembarang keris. Keris panjang ini adalah salah satu terpenting di kerajaan Si Singamangaraja yang di mulai dan berpusat di Bakara, ditepi Danau Toba, hanya sekitar 8 km dari Pulau Samosir yang indah itu.

Setelah melalui suatu proses yang berliku-liku, patuan Bosar pun, yang sebenarnya masih muda belia (sekitar 17 tahun) ditabalkan pada tahun 1875 menjadi Si Singamangaraja XII, karena ia mampu mencurahkan hujan pada musim kemarau yang parah waktu itu.Selaku singa yang melampaui dan singa yang terlampaui "beliau mempunyai fungsi sebagai pengatur kerajaan manusia bermata hitam" di Sumatra. Ini ditambah lagi dengan fungsi kepemimpinannya dalam bidang agama, adat istiadat, hukum, ekonomi, pertanian pendidikan, kebudayaan dan militer. Jadi jelas bukan hanya sebagai PRIESTER KONING sebagaimana dikemukakan oleh pihak kolonial Belanda.

Si Singamangaraja bukanlah tokoh mitologis, melainkan tokoh historis yang pernah benar-benar hidup dan berjuang demi kepentingan rakyat ketika mengadakan perlawanan sengit terhadap Belanda. Si Singamangaraja diakui sebagai raja dan imam besar (DATU BOLON) oleh semua suku Batak. Akan tetapi selain dia, rakyat masih mempunyai imam-imam di daerah- daerah dan kampung-kampung. Mereka inilah yang mempunyai hak untuk melakukan upacara pengorbanan dan pemujaan di tempat masing-masing, seperti pada saat sebelum dan sesudah anak lahir, waktu pemberian nama, pada pesta perkawinan dan upacara kematian.

Perang yang berlangsung selama 30 tahun di Sumatra Utara itu berakhir secara tragis, bukan bagi keluarga Si Singamangaraja XII dan rakyat Sumatra Utara, melainkan juga bagi seluruh rakyat dan bangsa Indonesia di seluruh Nusantara. Hal ini demikian mengingat bahwa perjuangan Raja Si Singamangaraja XII bukan saja demi kepentingan dirinya, atau kepentingan keluarganya sendiri, melainkan berupa perjuangan Nasional yang dilakukan bersama-sama dengan suku bangsa lain untuk melawan para penjajah Belanda yang datang merebut negeri dan kekayaan penduduk Indonesia.

Pada tanggal 17 Juni 1907, hari yang naas, Raja Si Singamangaraja XII telah gugur di tembak oleh anak buah Christoffel. Raja Si Singamangaraja XII tidak gugur sendirian. Bersama dengan beliau turut juga gugur dua orang putra kendungnya, para pejuang yang tidak kenal kata menyerah dalam kamusnya, yakni Patuan Nagari dan Patuan Anggi. Pun seorang putrinya yang berusia 17 tahun yang bernama Boru Lopian, seorang srikandi sejati yang selama ini dilupakan - turut juga tewas oleh berondongan peluru Belanda di suatu jurang yang ditumbuhi hutan rimba yang kelam, di Sindias di kaki gunung Sitopangan, kira-kira 9 - 10 km dari Pearaja, Sionomhudon, Tapanuli, Sumatra Utara. Seorang tokoh lain bernama Ompu Parlopuk, abang Si Singamangaraja XII, telah meninggal sebelumnya ketika mengadakan perang gerilya menghadapi Belanda. Permaisuri Si Singamangaraja XII, Boru Situmorang, menjelang tertembaknya Si Singamangaraja XII meninggal pula karena bergerilya di tengah hutan rimba Sumatra Utara. Bahkan cucunya yang sangat dicintainya, Pulo Batu, Putra Patuan Nagari telah menutup usia pada umur amat muda karena kelaparan ketika berkecamuknya perang gerilya dan dalam keadaan dikejar-kejar oleh Belanda. Ucapan terakhir Si Singamangaraja XII ketika gugur di jurang Sindas, Sitopangan, di Sumatra Utara ialah "AHU SI SINGAMANGARAJA".






Lagu yang sama atau mirip:

1. Cinta Luar Biasa (HODO BIDADARIKU) - Lineker Situmorang
Tikki parjolo huida Ho ito has

2. Dainang - Simenstar Trio
Dang taralusi dihukkupi do boh

3. Boan Ma Au - Putri Silitonga
Tung Mansai Lambok Soaram da h

4. Dongani Au Di Ngolukki - Jen Manurung
Nungnga leleng, sasada au Di p

5. Holan Au Do Mangantusi Ho - Tagor Pangaribuan
Unang be sai lomos roham tu au

6. Hot Bahen Au Diroham - LABESTA TRIO
tu dos tu galas nalaho maputta

7. Dang Mungkin - Artha Sister
Boasama Boasama ito dukkon bot

8. YESUS KEKASIH JIWAKU - SANADA TRIO
Yesus kekasih jiwaku Sungguh k

9. Boanonku Do Ho - Nauli Sister
Sian dia ma mulaionku Lao ma

10. Huhaholongi Do Ho - Marsinta Panggabean
Huhaholongi Doho Sian Ias Ni R

11. SATTABI - Larosa Trio

12. Katakan Sejujurnya (Kalau Dulu Kita Tak Bertemu) - Berlian Hutauruk
Kalau dulu kita tak bertemu

13. Cinta Sadis - Mualta Trio
Haccit do ito Haccit do ito Pa

14. Siboru Na Asing - Jonar Situmorang
Tarnonong au ale ito Dinamanja

15. Sapata Ni Na Tarhirim - Hilman Padang
dang na tarhatahon ahu be arsa

16. Medan Jakarta - Jack Marpaung, Hilman Padang

17. Rade Do Au - Trisna dkk COVER

18. HO DO MANGANTUSI AU - DUET PARNA
Hodo hasian semangat ni ngoluk

19. KUCARI JALAN TERBAIK - Begema 5 batak band
Sepanjang kita masih terus beg

20. Unang Mulak Balging - Andrey Andra Siahaan
nanget nanget sai hudapotton h

21. Bonang Na Rundut - HitaRo Voice
Tarsongon bonang na rundut i

22. Tardapot - Exxiss Trio

23. Kumpulan Chord Kunci Gitar Lagu Batak Terbaru & Terpopuler

24. Salah Do Au - Bonauli Band

25. HOLAN NIPI - Karaoke Batak - ARGHANA TRIO
Ro do au tujolo mi ito Ito h

26. Dos Do Nakkokna - Delago Sianipar
Unang ho mandele jala unang ma

27. Mangadopi Pestami - Putra Pasaribu
Sahat do tuau surat undangan m


* [TOP Lagu Batak Pilihan]
* Artis Batak
* Lagu Ambon Penyanyi Batak
* Batak Karaoke
* Lagu Dangdut Batak
* Song Jawa Penyanyi Batak
* Song (English)
* Lagu Batak Rohani Kristen
* Lagu NATAL Batak




NEXT:
TABO NI MARPARIBAN

PREV:
CERITA MISTIS DAN KESAKTIAN NENEK MOYANG ORANG BATAK

* [TOP Lagu Batak Pilihan]